Posted by: alhidayahketawang | March 9, 2012

Generasi Cerdas

Membentuk generasi cerdas sejak hamil

Manajer pelatihan WISE (Women’s Initiative and Society Empowerment)

Kecerdasan anak dipengaruhi keadaan gizinya sejak dalam kandungan. Oleh karena itu ibu penting bagi seorang calon ibu/ibu untuk betul soal gizi yang terbaik untuk dirinya maupun buah hatinya sehingga dapat optimal membentuk anak yang sehat dan cerdas. Insya Allah

Tingkat Kecerdasan
Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta memecahkan permasalahan-permasalahan secara cepat dan tepat.

Tingkat kecerdasan anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial-ekonomi keluarga), motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang secara kualitatif dapat diukur dengan alat electro-encephalogram (EEG), alat positron-emission tomography (PET) dan tes IQ.

Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan. Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah. Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama.

Tes IQ sejak lama telah dipakai. Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang. Orang-orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.

Menurut Tirtonegoro (1984), tingkat kecerdasan seseorang menyebar secara normal mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, yaitu: 1 persen cacat berat/idiot (IQ 0 – 25), 2 persen cacat agak berat/imbesil (IQ 25 – 50), 20 – 25 persen cacat ringan /debil (IQ 50 – 75) dan lamban belajar (IQ 75 – 85), 50 – 55 persen rata-rata/normal (IQ 90 – 110), 20 – 25 persen superior (IQ 110 – 125), 2 persen sangat superior/gifted (IQ 125 – 140), dan 1 persen genius (IQ 140 – 200).

Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa menciptakan status gizi yang baik dan perawatan yang memadai, agar bayi yang kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.

Kekurangan Energi
Keadaan gizi ibu-ibu hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu-ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah-masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP). Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg.

Kondisi BBLR akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan anak selanjutnya. Selain kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam-puan belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut. Selain itu, bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.

Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata-rata sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan berat badan rata-rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus cukup mengonsumsi bahan-bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan mineral.

Kalori
Dibutuhkan untuk perubahan tubuh, meliputi pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan daripebuluh darah janin melalui plasenta, dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin

Rata-rata tambahan energi yang diperlukan selama masa kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori per hari selama trimester pertama (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.

Protein
Tambahan protein yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata-rata 3,3 gram per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga masing-masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per hari.

Masa kehamilan yang dimulai dari masa terbentuknya nutfah ibarat fase membuat adonan dalam pembikinan makanan atau lain sebagainya. Apabila jika bahan-bahan dan cara pengadonannya tidak bagus, terpolusi, kotor dan salah maka makanan yang dihasilkannyapun tidak akan bagus pula. Sperma yang dihasilkan harus dari sperma yang dihasilkan dari makanan yang halal dan suci, karena ia merupakan bahan untuk pembuatan anak. Setelah memasuki masa kehamilan yang paling berat dalam menjaga agar adonan atau janin tersebut sehat baik jasmani dan ruhani ialah seorang ibu yang mengandungnya. Sekalipun secara tidak langsung seorang ayah pun dapat memberikan pengaruh, namun pegaruhnya hanya saja secara tidak langsung, seperti ia harus memberikan nafkah kepada istrinya dari hal-hal yang suci dan halal, menjaga sikap agar seorang istri yang hamil dari sisi psikologis senantiasa dalam keadaan tenang dan tentram.

Segala yang dilakukan seorang ibu hamil sedikit banyak akan mempengaruhi janinnya. Sebagaimana jika seorang ibu hamil merokok, meminum minuman keras atau tidak memperhatikan semua vitamin yang dibutuhkan dalam pertumbuhan jasmani janin akan berakibat buruk terhadap kesehatan dan pertumbuhan janin. Maka apabila ia pun tidak memperhatikan hal-hal yang memberikan dampak terhadap perkembangan ruhani janin maka akan berakibat buruk terhadap perkembangan dan pertumbuhan kepribadian janin di masa yang akan datang. Apabila seorang ibu hamil misalkan, memakan makanan haram –misal minuman keras, narkoba, daging babi…dan lain-lain- ataupun yang dihasilkan dengan cara haram walaupun itu menurut kesehatan bersih dan sehat –misal membeli daging, tahu tempe dengan uang hasil mencuri, menipu, korupsi dan lain sebagainya- berarti ia telah mengotori dan meracuni janinnya sehingga menjadi terpolusi. Walaupun bukan mustahil dapat dibersihkan akan tetapi hal itu sangat sulit dibanding jika dari awal bahannya telah bersih.

Bukan hanya sekedar makanan atau minuman yang dapat mempengaruhi perkembangan jasmani dan ruhani seorang janin dalam rahim, karena memang makanan dan minuman janin tergantung kepada makanan dan minuman ibu yang mengandungnya. Akan tetapi dari sisi psikologis pun kejiwaan seorang ibu akan memberikan efek positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jasmani dan ruhani janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, kenapa seorang ibu hamil harus sangat berhati-hati dalam berprilaku dan sikap pada masa kehamilan, prilaku baik dan buruk sedikit banyak akan memberikan efek baik dan buruk pula terhadap janin dalam membentuk kepribadiannya di masa mendatang. Jika seorang ibu hamil berbuat tercela (dosa) secara tidak langsung ia telah mengotori janinnya. Sebaliknya jika ia tidak berbuat dosa atau melakukan kebaikan berarti ialah telah menjaga kesucian janinnya dan ini sangat berpengaruh dalam mempermudah mendidiknya menjadi anak yang sehat jasmani dan ruhaninya nanti. Atau singkatnya anak yang saleh yang akan menjadi perhiasan bagi kedua orang tua baik di dunia maupun di akhirat.

Menilik sangat sensitifnya masa kehamilan maka tidak salahlah jika berkaitan dengan hal ini Rasulullah saww bersabda: “Orang bahagia ditentukan kebahagiaannya ketika ia masih diperut ibunya, dan orang sengsara ditentukan kesengsaraannya ketika dalam perut ibunya”.

Jelasnya, hadis di atas tidak hendak menafikan usaha manusia itu dalam menentukan kebahagiaan dan kesengsaraannya sendiri, tapi ingin mengingatkan bahwa gerak-diam ibu pada masa-masa kehamilannya akan berdampak pada pembentukkan karakter anak yang dikandungnya, serta akan menjadi indikasi apakah karakter anak tersebut saleh atau bejat. Ibu mengandung tidak dapat berperilaku sesuka hati, karena hal ini tak ubahnya meracuni anak yang ada di dalam kandungannya. Disebabkan betapa urgennya masa kehamilan, seorang ibu agar berhati-hati dalam bersikap dan berprilaku dan dianjurkan agar selalu melakukan hal-hal yang baik serta positif dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt melalui zikir -selalu mengingat-Nya baik dalam hati maupun lisan- baca doa, al-Qur’an tentunya jika bisa dengan memahami artinya dan ibadah lainnya. Jika terbesit dalam dirinya untuk melakukan kesalahan maka sadarkanlah dirinya bahwa sekarang tidak sendiri lagi, ada jiwa lain yang selalu menyertainya. Ada makhluk lain yang akan menjadi harapannya, dimana perilaku baik dan buruknya akan mempengaruhi dalam membentuk kepribadiannya di masa mendatang. Jika seorang ibu hamil selalu berpikiran seperti ini maka ia akan selalu berusaha menjaga segala tindak tanduknya, karena manusia mana yang mengharapkan bagian jiwanya terlahir dalam keadaan cacat jasmani maupun ruhani.

Mungkin salah satu sebab kenapa korupsi di tanah air kita sulit untuk diberantas karena makanan yang diberikan kepada para janin berasal dari korupsi, baik itu korupsi kelas teri maupun kelas kakap. Bapaknya korupsi akhirnya anaknya pun korupsi., jiwa korupsi telah menyatu dalam jiwanya, sehingga nuraninya telah tertutup untuk merasakan kepedihan rakyat yang hartanya telah dikorupsi.

Mudah-mudahan para ibu hamil selain akan diberi balasan dalam menghadapi masa-masa sulit kehamilan, juga akan senantiasa diberi pertolongan oleh Allah swt untuk menjalankan tugas berat ini dengan sebaik mungkin. InsyaAllah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: